Langsung ke konten utama

Ringkasan Integrasi-Interkoneksi


Pada postingan saya sebelumya kita telah membahas beberapa pendekatan salah satunya Integrasi-Interkoneksi yang sekarang masih diterepkan oleh bebrapa majelis pendidikan salah satunya UIN Sunan Kalijaga.

Sebelum masuk lebih jauh kita harus tau apa itu Integrasi-Interkoneksi,seperti pembahasan sebelumnya Integrasi-Interkoneksi adalah upaya memadukan Islam dan Sains dengan cara mempertemukan keduanya melalui perantara Ilmu Filsafat (Terjalin relasi antar ketiganya).

Tujuan Integrasi-Interkoneksi sendiri adalah memahami kehidupan manusia yang kompleks secara terpadu dan menyeluruh dengan harapan terwujudnya manusia yang mulia dimata Allah (Q.S.Al-Mujadilah : 11).Sehingga terjadi relasi juga terhadap ketiganya (Beriman, Berilmu dan Beramal Shalih).

Hubungan Ilmu dengan Iman dan Amal Shalih adalah
  1. Dengan Ilmu maka akan memperkuat Iman
  2. Dengan Ilmu maka akan mengoptimalkan Amal Shalih
Landasan Integrasi-Interkoneksi :
    1. Normatif-Teologis
    2. Filosofis
    3. Kultural
    4. Sosiologis
    5. Psikologis
    6. Historis
    Normatif-Teologis, Cara memahami sesuatu dengan menggunakan ajaran yang diyakini berasal dari Tuhan dan kebenaran Normatif-Teologis bersifat mutlak.Mutlak sendiri dalam penerapanya terbagi menjadi dua yaitu :
    • Teks dan Tujuan Teks biasanya diterapkan oleh Muhammadiyah, PERSIS, Tarbiyah, MTA
    • Tujuan Teks biasanya diterapkan oleh NU
    Landasan Normatif-Teologis sendiri berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Sunnah tidak membedakan antara ilmu-ilmu agama (islam) dan ilmu-ilmu umum (sains-teknologi dan sosial-humaniora).Sehingga terjalin relasi diantara keduanya (Agama dan Sains).Seperti yang termaktub dalam surah Q.S.Al-Qashash/28 : 77.

    Ilmu Umum Q.S.26:61, 10:5, 57:13, 66:8, 9:32, 2:17, 33:19, 36:66, 8:44, 9:92, 28:13.
    Metode Pengembangan Ilmu Umum tertera pada Q.S.Al-Baqarah : 31 dan Q.S.Al-Maidah : 31.
    Perintah untuk meneliti ada pada Q.S.Yunus : 101 dan Q.S.Al-Ghaasyiyah : 17-20.

    Filosofis, Mempertemukan Ilmu Agama dan Ilmu Sains untuk memahami kompleksitas kehidupan manusia.

    Kultural, Dalam pendidikan tidak boleh mengabaikan budaya (potensi) lokal.Jika hal ini diabaikan maka akan berakibat munculnya proses Elitisme Ilmu sehingga Ilmu kurang berfungsi dalam kehidupan nyata.

    Sosiologis, Mencoba menciptakan generasi yang mampu menyelesaikan problem dalam masyarakat.

    Psikologis, Dengan pembacaan secara parsial maka akan mengakibatkan perpecahan kepribadian sedangkan pembacaan secara terpadu dan menyeluruh maka akan memperkuat kepribadian.

    Historis, Ilmu Agama dan Umum saling bersinergi sehingga akan terjadi tahap kompak/bersinergi -> sejahtera -> lestari
    • Pada abad pertengahan Perkembangan Ilmu Pengetahuan didominasi oleh Ilmu Agama, Ilmu Agama menekan Ilmu Umum.
    • Abad Modern Tekanan Ilmu Agama mulai berkurang bahkan tidak ada sehingga Ilmu Umum berkembang pesat tetapi berimbas pada pengabaian norma agama dan etika kemanusiaan.
    Ranah Integrasi-Interkoneksi
    1. Ranah Materi (Ontologi) : Muatan dasar dari setiap disiplin Ilmu
    2. Ranah Metodologi (Epistimologi) : Metode pengembangan keilmuan dari setiap disiplin Ilmu
    3. Ranah Filosofi (Aksiologi) : Nilai Fundamental dari setiap disiplin Ilmu
    Model Integrasi-Interkoneksi
    1. Informatif, Suatu disiplin Ilmu yang memberikan Informasi kepada disiplin Ilmu lain, contohnya : Ilmu Islam (Al-qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains dan teknologi bahwa matahari memancarkan cahaya sedangkan bulan memantulkan cahaya (Q.S. Yunus: 5)
    2. Konfirmatif (Klarikatif), Suatu disiplin Ilmu yang memberikan penegasan terhadap disiplin Ilmu lain, contoh : Informasi tentang tempat-tempat (manaazil) bulan dalam Q.S. Yunus: 5, dipertegas oleh ilmu sains dan teknologi (orbit bulan mengelilingi matahari berbentuk elips)
    3. Korektif, Suatu disiplin ilmu yang mengoreksi disiplin Ilmu lain, contoh : Teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia dan kera berasal dari satu induk, dikoreksi oleh Al-qur’an
    Alternatif Model Integrasi-Interkoneksi
    1. Paralelisasi : menyamakan konotasi dari ilmu-ilmu yang berbeda
    2. Similarisasi : menyamakan teori-teori dari ilmu-ilmu
    3. Komplementasi : Saling mengisi dan saling memperkuat
    4. Komparasi : membandingkan konsep teori diantara ilmu-ilmu
    5. Induktifikasi : mendukung teori ilmu dengan instrumen dari ilmu lain
    6. Verifikasi : menunjang dengan penelitian ilmiah ilmu satu dengan ilmu yang lain

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Makalah Tumbuhan dalam Perspektif Islam

    TUMBUHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM Makalah  ini disusun guna memenuhi tugas  mata kuliah Islam dan sains Disusun oleh: 1.    M. Nur Faiz                          (10651017) 2.    Alfinaa Uzzahroh                 (10651018) 3.    Ahmad Hasan Arif               (10651019) Prodi Teknik Informatika (K) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Yogyakarta 2012 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Kehidupan di dunia ini tidak lengkap rasanya jika tidak ada tumbuhan. Kita tidak bisa membayangkan jika kita hidup dalam dunia yang disekitarnya tidak ada tumbuh-tumbuhan sama sekali. Tumb...

    Model Integrasi-Interkoneksi

    Terdapat 3 model Integrasi-Interkoneksi, yaitu : Informatif Model Informatif adalah suatu disiplin ilmu memberikan informasi kepada disiplin ilmu yang lain. lmu Islam (Al-qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains dan teknologi bahwa matahari memancarkan cahaya sedangkan bulan memantulkan cahaya (Q.S. Yunus: 5)هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Islam dan Ilmu

    1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia)